Penelitian
ini menerangkan tentang sebuah sistem otomatis untuk pengenalan wajah
manusia secara global dengan background real time untuk dataset besar yang dibuatan sendiri. Tugas ini sangat sulit
karena real time pengurangan latar belakang dalam gambar masih belum diketahu,
selain itu ada variasi besar dalam gambar wajah manusia dalam hal ukuran, pose
dan ekspresi.
Showing posts with label Home. Show all posts
Showing posts with label Home. Show all posts
Wednesday, 4 January 2017
Tuesday, 3 January 2017
Robust Face Detection Using the Hausdorff Distance
Robust
Face Detection Using the Hausdorff
Distance atau Penegasan Deteksi Wajah dengan Mengunakan Metode Hausdorff Distance merupakan Pengelompokan
(lokalisasi) wajah manusia dalam gambar digital adalah langkah mendasar dalam
proses pengenalan wajah. Penelitian ini menyajikan pendekatan perbandingan
bentuk untuk mendeteksi wajah yang akurat
dan kuat untuk perubahan pencahayaan serta latar belakang. Metode yang
diusulkan adalah berbasis edge detection dan bekerja pada gambar
grayscale(hitam putih). Metode Hausdorff Distance digunakan sebagai ukuran
kesamaan antara model wajah umum yang memungkinkan contoh dari objek dalam
gambar. Penelitian ini menjelaskan implementasi yang efisien sehinga membuat
pendekatan ini cocok untuk aplikasi real-time. Sebuah proses dua langkah yang
memungkinkan pendeteksian kasar dan lokalisasi yang tepat dari wajah disajikan.
Percobaan dilakukan pada basis tes set besar dan dinilai dengan pengukuran
validasi baru.
untuk jurnal lengkap dapat dilihat dan diunduh disini
Monday, 2 January 2017
Robust Real-Time Face Detection
Penelitian
ini menjelaskan tentang kerangka deteksi wajah yang mampu pengolahan gambar
sangat cepat sementara mencapai tingkat deteksi yang tinggi. Ada tiga
kontribusi utama. Yang pertama adalah pengenalan baru representasi gambar yang
disebut "Integral Image" yang memungkinkan fitur yang digunakan oleh
detektor kami harus dihitung sangat cepat. Yang kedua adalah sederhana dan efisien
dikelompokkan er yang dibangun menggunakan algoritma pembelajaran AdaBoost (Freund
dan Schapire, 1995) untuk memilih sejumlah kecil fitur visual penting dari satu
set yang sangat besar fitur potensial. Kontribusi ketiga adalah metode untuk
menggabungkan ers fi klasi dalam "cascade" yang memungkinkan latar
belakang wilayah gambar yang akan cepat dibuang saat menghabiskan lebih
perhitungan pada menjanjikan wajah-seperti daerah. Satu set percobaan dalam
domain deteksi wajah disajikan. Sistem menghasilkan menghadapi kinerja deteksi sebanding
dengan yang terbaik sistem sebelumnya (Sung dan Poggio, 1998; Rowley et al,
1998;. Schneiderman dan Kanade, 2000; Roth et al., 2000). Diimplementasikan
pada desktop konvensional, deteksi wajah hasil pada 15 frame perkedua.
Thursday, 29 December 2016
Yuk belajar Membuat Chart di pemrograman Android
Chart adalah
sebuah bagan grafik yang menampilkan sebuah data secara visual sehingga mudah
untuk dibaca dan dipahami. Pada Microsoft Excel dan Powerpoint sangat mudah
untuk membuat chart karena telah disediakan toolsnya oleh Microsoft. Lalu
bagaimanakah cara untuk membuat grafik atau menyisipkan chart (grafik) didalam
pemrograman Android ??? So Let’s
Code …
Yang perlu dirubah
setelah membuat file project android adalah merubah file MainActivity.java
berikut isi MainActivity nya :
Wednesday, 28 December 2016
Pengenalan dan Code Action Bar pada Pemrogrman Android
Actionbar adalah sebuah bar yang dalam
pemrograman android dimana dalam bar tersebut dapt memunculkan icon, judul
aplikasi dan tombol-tombol yang dapat kita buat sendiri dari icon dan fungsi
dari tombol tersebut.
Selain itu, dalam action bar dapat memperindah
tampilan suatu aplikasi dan dapat mempermudah karena dapat memuat tombol yang
statis tiap layer aplikasinya.
Mau tau, bagaimana cara membuat aplikasi
actionbar ??? Let’s Code …
Dalam
Folder “scr” hanya ada satu package dengan berisi 2 Java yaitu :
Thursday, 22 December 2016
E-book C++
Kali ini admin aye
akan membagikan e-book tentang pemrograman C++ dari basic sampai medium beserta
contoh-contoh dalam pemrograman C++. Adapaun e-book dapat dilihat dan diunduh
disini
Monday, 19 December 2016
Pengenalan Citra Wajah dengan Pemrosesan Awal Transformasi Wavelet
Makalah
ini membahas sebuah sistem pengenalan sinyal 2D, yaitu citra wajah untuk
mengenali identitas seseorang. Citra wajah diproses awal menggunakan
transformasi wavelet menghasilkan representasi multi resolusi dari citra
aslinya. Penggunaan transformasi wavelet ini dimotivasi oleh hasil beberapa
studi biologi tentang kemiripan system retina dan simple cortial cells dengan
pemrosesan wavelet. Transformasi wavelet disini digunakan sebagai metode ekstraksi
feature sekaligus reduksi dimensi input citra. Eksperimen menggunakan database
standar dari ORL (Ollivety Research Laboratory) yang memuat 400 citra wajah
yang terdiri dari 40 individu dengan masing-masing 10 wajah per individu.
Keberhasilan pengenalan menggunakan klasifikasi k-nearest-neighbour adalah 94
%. Pengujian juga dilakukan pada citra bernoise gaussian dengan SNR=10,5, 0 dan
–9dB. Ternyata penambahan noise pada input citra tidak mempengaruhi
keberhasilan pengenalan secara berarti.
Wednesday, 14 December 2016
Pengenalan Wajah Pelanggan Toko
Mengenali dan menyapa
konsumen merupakan suatu cara untuk mendekatkan diri dengan kosumen. Namun tidak
semua pegawai mempu menghapal nama dari pelanggan yang datang, untuk itu
dikembangkan suatu aplikasi pemrograman yang mampu mengenali pelanggan sehingga
pegawai toko dapat menyapa konsumen dengan nama pelanggan tersebut.
Aplikasi computer yang
dikembangkan adalah aplikasi computer yang memiliki kecerdasan dalam hal
pengenalan wajah seseorang hanya dengan menggunakan webcam. System pengenalan
wajah ini menggunakan algoritma Eigenface dengan menggunakan citra yang
dihasilkan dari capture webcame dengan menggunakan informasi mentah dari pixel
yang kemudian direpresentasikan dalam metode Principal Component Analysis
(PCA). Adapun algoritmannya adalah dengan menghitung rata-rata pixel dari
gambar-gambar yang sudah tersimpan dalam suatu database, dari rata-rata pixel
tersebut akan didapatkan nilai eigenface masing-masing gambar dan kemudian akan
dicari nilai eigenface terdekat dari gambar citra wajah yang ingin dikenali. Semakin
banyak gambar citra wajah pada database maka semangkin tinggi tingkat
keberhasilah untuk mengenali citra wajah tersebut.
Tuesday, 6 December 2016
Pemanfaatan K-Nearest Neighbor (KNN) Pada Pengenalan Wajah Dengan Praproses Transformasi Wavelet
Pengenalan
wajah merupakan salah satu bidang penelitian dengan banyak aplikasi yang menerapkannya
hal itu dikarenakan wajah manusia mampu merepresentasikan sesuatu yang kompleks
sehingga dalam melakukan pemodelan komputasi yang ideal sangatlah sulit, karena
setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Kemampuan untuk dapat
mengidentifikasi wajah sangat diperlukan dalam berbagai bidang seperti kepolisian,
hukum, forensik, imigrasi dan sebagai identitas wajah dalam memasuki daerah terlarang.
Hal ini menyebabkan pengembangan system pengenalan wajah tetap menjadi riset
yang penting.. Tujuan
dari penelitian ini adalah k-nearest neighbor KNN pada pengenalan wajah
dengan praproses transformasi wavelet. Data yang digunakan berupa gambar atau
citra yang diperoleh dari beberapa objek.
Pada percobaan ini terdapat 80 citra dari 10 objek. Sebanyak 64 citra digunakan
sebagai database pelatihan dan 16 digunakan untuk uji pengenalan pola. Metode yang
digunakan adalah transformasi wavelet untuk ekstraksi fitur dan KNN untuk
identifikasi. Hasil pemilihan k terbaik adalah 5
dengan jumlah citra pada setiap kelas dalam kelompok pengujian sebanyak 8 buah.
Monday, 5 December 2016
Deteksi Lokasi Bibir Otomatis Pada Citra Wajah Berbasis Ciri Bentuk dan Warna
Metode
yang diusulkan merupakan gabungan antara pendekatan warna dan bentuk bibir untuk deteksi otomatis
lokasi bibir pada citra wajah yang gunakan untuk mengidentifikasi wajah seseorang
berdasarkan fitur bibirnya. Penelitian ini mencoba untuk menggabungkan
pendekatan berbasis ruang warna yang diperbaiki menggunakan pendekatan berbasis
bentuk bibir. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa 61,4% akurasi identifikasi
ketika diuji menggunakan 500 citra wajah Nilai Precision dan Recall digunakan
untuk mengevaluasi teknik yang diusulkan dibandingkan dengan gambar yang
disegmentasi secara manual yang selanjutnya diproses dalam sistem identifikasi
wajah. Hasil ujicoba yang telah dilakukan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan
system identifikasi waktu nyata.
Sistem Pengenalan Wajah Pada Mesin Absensi Mahasiswa Menggunakan Metode PCA Dan DTW
Penerapan mesin absensi kehadiran
di PENS sudah dilakukan beberapa tahun lalu, namun masih menggunakan smart
card, sehingga belum efektif dan akurat dalam pengambilan data. Untuk itu
dicoba untuk melakukan penelitian dengan menggabungkan mesin absensi menggunakan
pengenalan wajah. Pengenalan wajah dalam penelitian ini menggunakan sebuah webcam
untuk menangkap suatu citra kondisi ruangan pada waktu tertentu yang kemudian diidentifikasi
wajah yang ada. Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian disini adalah ekstraksi
fitur akan menggunakan metode PCA atau Eigenface. Sedangkan untuk pengambilan keputusan,
digunakan metode Dynamic Times Wrapping ( DTW ) dan Euclidean Distance. Pengujian
menggunakan 90 data training dan 45data uji. Kontribusi yang digunakan mulai
dari 2hingga 10 kontribusi PCA. Dari hasil pengujian, tingkat keberhasilan
pengenalan menggunakanDTW sebesar 20% dan 40% hingga 82% untuk euclidean distance.
Pada sistem ini, digunakan parameter jarak un\tuk mengukur tingkat keakurasiannya.
Jarak yang digunakan adalah 50cm, 100cm, dan 150cm. Adapun Hasil pengenalan
yang diperoleh dari masing-masing jarak tersebut adalah 40%, 10%, dan 10%. Sedangkan
apabila menggunakan metode pengenalan euclidean distance, didapakan hasil dari
masing-masing tersebut adalah 80%, 70%, dan 40%.
Wednesday, 30 November 2016
Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah Dengan Metode Pengklasifikasian Hibrid Berbasis Jaringan Fungsi Basis Radial Dan Pohon Keputusan Induktif
Pengklasifikasian wajah berkaitan
dengan variasi data misalnya detil - detil kecil dari wajah atau transformasi
saat proses pengambilan citra. Pengklasifikasian wajah dengan metode hybrid menggabungkan
pembelajaran berbasis Jaringan Fungsi Basis Radial (JFBR) dan Pohon Keputusan Induktif.
JFBR digunakan sebagai metode pembelajaran dalam arsitektur jaringan syaraf
tiruan. Untuk meningkatkan kemampuan pengenalan dilakukan pengklasifikasian
pada Pohon Keputusan Induktif. Selain menjadi metode penghubung pada
pengklasifikasian hibrid, Himpunan JFBR (HJFBR) digunakan untuk penyediaan
atribut pada pengklasifikasian Pohon Keputusan Induktif. Uji coba dilakukan
pada 50 obyek dengan total ± 500 citra wajah dalam format grayscale. Data
dipilih dengan memberi variasi mimik wajah, kemiringan (rotasi) data ± 50 dan juga dipengaruhi oleh pencahayaan di
dalam ataupun d iluar ruangan. Rata– rata peningkatan keakurasian positif benar
yang diberikan arsitektur HJFBR dibanding JFBR sebesar ±13,86% untuk HJFBR1 dan ±15,93% untuk HJFBR2. Namun menurunkan
keakurasian negatif benar sebesar ±5,8%
untuk HJFBR1 dan ±5,6%
untuk HJFBR2. Penambahan pohon keputusan induktif pada metode hibrid memberikan keuntungan selain
tetap dapat meningkatkan keakurasian positif benar juga mampu mengatasi permasalahan
sebelumnya tentang penurunan keakurasian negatif benar.
jurnal lengkap dapat dilihat dan diunduh disini
Mengenal Java dari Basic
Kali ini aye akan membagi
pengetahuan tentang Bahasa Pemrograman Java dari 0 ( Basic). Lets Check It, apa
itu Java ?
Bahasa java pertama kali
dikonsepkan oleh James Gosling, Patrick Naughton, Chris Warth, Ed Frank, dan
Mike Sheridan di Sun Microsystem tahun 1991, dengan nama bahasa pemrograman “Oak”.
Dan pada tahun 1995 mereka mengunjungi sebuah café kopi local dan mengubah
namanya menjadi “Java” hingga sekarang.Java awalnya dikhususkan untuk aplikasi
berbasis internet, namun sekarang aplikasi Java sudah dapat digunakan untuk
tidak hanya berbasis Web saja tetapi dari Desktop hingga aplikasi mobile.
Monday, 28 November 2016
Pengklasifikasian Gender Dengan Menentukan Titik-Titik Penting Pada Sistem Pengenalan Wajah Menggunakan Matlab 6.5
Pengenalan
wajah manusia dengan menggunakan sistem komputer telah menjadi suatu area yang menarik perhatian para peneliti
sejak lama. Saat ini, sistem pengenalan wajah sendiri telah di aplikasikan pada
sejumlah bidang, seperti pada bidang forensik, psikologi, dan keamanan.
Algoritma yang digunakan dalam pengenalan wajah memang cukup banyak dan
bervariasi, tetapi semuanya memiliki tiga tahap dasar yang sama, yaitu tahap
deteksi wajah (Face Detection), tahap ekstraksi komponen wajah (Facial
Features Extraction), dan yang terakhir tahap pengenalan wajah (Face
Recognition). Pada tahap pengenalan wajah kita dapat melakukan klasifikasi
wajah terhadap gender yaitu dengan cara memanfaatkan jarak-jarak antar daerah
bagian mata dan daerah bagian tepi wajah, dengan cara pengukuran jarak yang
telah diambil dari penentuan titik-titik yang diperlukan dalam
pengklasifikasian gender. Pada penulisan ini berasal dari algoritma yang
terdapat pada jurnal penelitian Chandan Ghosh dan P.Kiranthi kiran yang
telah disesuaikan dengan keadaan citra uji coba yang akan digunakan. Dari 70
citra wajah yang digunakan sebagai uji coba didapatkan tingkat keberhasilan
pengklasifikasian gender sebesar
Kata Kunci : Pengenalan Wajah, GenderJurnal lengkap dapat dilihat dan diunduh disini
Sistem Pengenalan Wajah 3-D Menggunakan Penambahan Garis Ciri Pada Metode Perhitungan Jarak Terpendek Dalam Ruang Eigen
Dalam penelitian ini,
penulis mengajukan metodologi baru dalam sistem pengenalan wajah 3-D dengan
menggunakan penambahan garis ciri pada metode perhitungan jarak terpendek dalam
ruang ciri. Penambahan garis ciri ini dilakukan dengan memperbanyak jumlah
garis ciri tanpa menambahkan titik ciri baru, dengan membentuk sebuah garis
ciri baru dari setiap titik ciri terhadap setiap garis ciri yang dibentuk dari
setiap dua buah titik ciri. Dengan penambahan garis cirri ini, sistem akan
memperoleh tambahan informasi variasi ciri obyek, sehingga tingkat pengenalan
sistem dapat meningkat. Dalam makalah ini, penulis juga mengembangkan metode TK-LSebagian1
dan TK-LSebagian2 sebagai metode untuk mentransformasikan citra wajah
3-D dari ruang citra spatial ke dalam representasi ruang eigennya. Data percobaan
dalam penelitian menggunakan citra wajah orang Indonesia dalam berbagai sudut
pandang pengamatan dan ekspresi. Pengujian terhadap sistem dilakukan untuk
mengenali wajah dengan sudut pandang pengamatan yang berbeda dengan citra wajah
yang dilatihkan sebelumnya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengenalan tertinggi akan diperoleh sistem
dengan menggunakan TK-LSebagian2 dan metode penambahan garis ciri yaitu
sebesar 99.17%.
Friday, 25 November 2016
Belajar Mengenal HTML dan CSS
Selamat Pagi, dan Semangat Pagi …
Kali
ini aye akan mengenalkan pada kalian tentang HTML (HyperText Markup Language)
dan CSS (Cascade Style Sheet),untuk CSS aye pernah mengenalkan pada "Tutorial
CSS Basic-1".
Seperti yang saya sebutkan
sebelumnya, bahwa HTML adalah bahasa Markup, artinya bahasa HTML hanya
digunakan untuk me-markup suatu
dokumen. Sebagai penyederhanaan kita analogikan dengan pembuatan dokumen di
Microsoft Word atau aplikasi Word Processing lainnya. Ketika membuat sebuah
dokumen word, biasanya kita melakukan formatting pada
teks. seperti menebalkan teks, memiringkan, memberi garis bawah, Membuat
Penjudulan (Heading), membuat list
(Daftar)
dan lain sebagainya. Pada HTML, formatting ini bisa
kita sebut dengan Proses Markup dan akan
dilakukan dengan menggunakan tag HTML. HTML akan terlihat majemuk jika hanya
menggunakan coding HTML saja, karena itu perlu CSS sebagai coding tambahan
untuk mempercantik tampilan dalam pembuatan sebuah website.
Deteksi Wajah Metode Viola Jones Pada Opencv Menggunakan Pemrograman Python
Sistem pendeteksian dan pengenalan wajah
semakin banyak. Walaupun semakin banyak, bukan berarti penelitian mengenai hal
ini sudah selesai. Tuntutan akan efektifitas, baik kecepatan maupun tingkat keakuratan
dalam sebuah sistem pendeteksian semakin diperhitungkan. Banyak dari beberapa system pendeteksian
wajah menggunakan metode Viola Jones sebagai metode pendeteksi objek. Metode
Viola Jones dikenal memiliki kecepatan dan keakuratan yang tinggi karena
menggabungkan beberapa konsep (Haar Features, Integral Image, AdaBoost, dan
Cascade Classifier) menjadi sebuah metode utama untuk mendeteksi objek. Banyak
dari sistem deteksi tersebut menggunakan C atau C++ sebagai bahasa pemrograman,
dan OpenCV sebagai librari deteksi objek. Hal ini dikarenakan librari OpenCV menerapkan
metode Viola Jones kedalam sistem deteksinya,
sehingga memudahkan dalam pembuatan sistem.
Thursday, 24 November 2016
Deteksi Jenis Warna Kulit Wajah Untuk Klasifikasi Ras Manuasia Menggunakan Warna
Deteksi
tipe warna kulit manusia merupakan sarana guna mengetahui RAS manusia. Hal ini
digunakan sebagai dasar dalam pengindentifikasian manusia di bidang criminal
dan kesehatan. Dibidang criminal digunakan dalam hal mengetahui asal usul
korban tindak kejahatan sebagai dasar untuk mengetahui penyakit genetic maupun endemic.
Aplikasi pengolahan citra yang berkaitan dengan pemrosesan citra yang berkaitan
dengan transformasi warna. Dalam hal ini, metode transformasi system ruang
warna sebagai bagian dari pengolahan citra membantu dalam mendeteksi warna
dalam citra dan mengolahnya sehingga memberikan kemudahan dalam
pengidentifikasian. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapakan metode
transformasi warna YCbCr dalam mendeteksi tipe warna kulit manusia dan
mengklasifikasikan dalam kelompok RAS manusia.
Input
pelatian dalam aplikasi ini adalah tioe warna kulit wajah yang diperoleh dari
hasil pengolahan citra dengan metode transformasi warna YCbCr. Hasil penelitian
yang diperoleh dalam penelitian ini adalah deteksi tipe warna kulit wajah
menggunakan metode transformasi warna menunjukan hasil yang memuaskan. Hasilnya
sudah bisa digunakan untuk mengenali wajah manusia sebab sudah terlihat jelas
dari nilai simulasi yang dihasilkan
Sistem Deteksi Wajah dengan Menggunakan Metode Viola-Jones
Penelitian
ini berisikan tentang suatu sistem deteksi wajah pada manusia dengan
menggunakan metode Viola- Jones. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa
sampel gambar yang diambil dari internet secara acak sebanyak 30 citra yang
terdiri atas 22 citra manusia dan 8 citra hewan. Dimensi sampel citra
berukuran paling kecil adalah 219x285 pixel
dan dimensi yang paling besar adalah 1536x2048 pixel.Metode Viola-Jones relatif
mendapatkan hasil yang cepat, akurat, dan efisien dalam melakukan deteksi wajah
pada gambar. Metode Viola-Jones merupakan algoritma yang paling banyak
digunakan untuk mendeteksi wajah. Metode ini terdiri atas tiga komponen penting
yaitu integral image digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya fitur Haar tertentu
pada sebuah gambar, metode AdaBoost machine learning yang digunakan untuk untuk
memilih fitur Haar yang spesifik yang akan digunakan serta untuk mengatur nilai
ambangnya (threshold), dan cascade classifier sebagai pengklasifikasi akhir
untuk menentukan daerah wajah pada gambar dari metode ini. Urutan filter pada cascade
ditentukan oleh bobot yang diberikan AdaBoost. Filter dengan bobot paling besar
diletakkan pada proses pertama kali dengantujuan untuk menghapus daerah gambar
bukan wajah secepat mungkin. Dalam penelitian ini ditampilkan gambar-gambar yang
terdeteksi sebagai wajah dan tidak terdeteksi sebagai wajah. Hasil penelitian
ini mendapatkan nilai akurasi system deteksi wajah sebesar 90,9%. Hasil lain
yang didapatkan adalah posisi wajah yang tegak/tidak tegak menentukan keberhasilan
deteksi wajah tersebut.
Jurnal lengkap dapat dilihat dan diunduh disini
Wednesday, 23 November 2016
Deteksi Api dengan MultiColorFeatures, Background Subtraction dan Morphology
Pentingnya
deteksi api secara dini dapat membantu memberikan peringatan serta menghindari
bencana yang menyebabkan kerugian ekonomi dan kehilangan nyawa manusia. Teknik
deteksi api dengan sensor konvensional masih memiliki keterbatasan, yakni
memerlukan waktu yang cukup lama dalam mendeteksi api pada ruangan yang besar
serta tidak dapat bekerja di ruangan terbuka. Penelitian ini mengusulkan metode
deteksi api secara visual yang dapat digunakan pada camera surveillance dengan
menggunakankombinasi Multicolorfeatures sepertiRGB, HSV,YCbCr dan Background
Subtraction serta morphologyuntuk pendeteksian pergerakan api. Evaluasi
penelitian dilakukan dengan menghitung tingkat error deteksi area api.
Jurnal lengkap dapat diunduh disini
Subscribe to:
Posts (Atom)