Makalah
ini membahas sebuah sistem pengenalan sinyal 2D, yaitu citra wajah untuk
mengenali identitas seseorang. Citra wajah diproses awal menggunakan
transformasi wavelet menghasilkan representasi multi resolusi dari citra
aslinya. Penggunaan transformasi wavelet ini dimotivasi oleh hasil beberapa
studi biologi tentang kemiripan system retina dan simple cortial cells dengan
pemrosesan wavelet. Transformasi wavelet disini digunakan sebagai metode ekstraksi
feature sekaligus reduksi dimensi input citra. Eksperimen menggunakan database
standar dari ORL (Ollivety Research Laboratory) yang memuat 400 citra wajah
yang terdiri dari 40 individu dengan masing-masing 10 wajah per individu.
Keberhasilan pengenalan menggunakan klasifikasi k-nearest-neighbour adalah 94
%. Pengujian juga dilakukan pada citra bernoise gaussian dengan SNR=10,5, 0 dan
–9dB. Ternyata penambahan noise pada input citra tidak mempengaruhi
keberhasilan pengenalan secara berarti.
KATA KUNCI: pengenalan wajah, transformasi wavelet, ekstraksi feature, pengenalan sinyal 2D
untuk jurnal lengkap dapat dilihat dan diunduh disini
0 komentar:
Post a Comment