Kegiatan perdagangan yang memungkinkan terjadinya proses
jual beli sudah berlangsung dari jaman dahulu yang masih menggunakan sistem
barter dalam proses pembayarannya sebelum manusia mengenal pembayaran dengan
menggunakan uang.Seiring dengan perkembangan
zaman maka saat ini proses jual beli sudah tidak lagi menggunakan sistem
barter namun menggunakan uang sebagai alat pembayaran yang sah.
Dalam proses jual beli konvensional maka akan terjadi
pertemuan antara beberapa
manusia yang bertindak sebagai penjual dan pembeli yang biasanya dilakukan di
pasar, warung atau tempat-tempat lain yang memungkinkan terjadinya transaksi
jual beli. Namun dengan perkembangan teknologi saat ini maka proses jual beli
juga bisa
dilakukan tanpa adanya pertemuan langsung antara penjual dan
pembeli yang salah satunya dilakukan dengan sistem online dengan
memanfaatkan teknologi internet. Selain itu proses jual beli ini juga sudah
tidak selalu terjadi antara manusia dan manusia namun sudah dimungkinkan
dilakukan dengan perantara alat, sehingga transaksi jual beli hanya melibatkan
manusia sebagai pembeli dan alat atau mesin sebagai penjual dengan tetap menggunakan
uang sebagia alat pembayaran. Untuk mendukung terjadinya proses jual beli
antara manusia dan mesin maka mesin sebagai penjual harus bisa membaca dan mengenali
setiap nominal uang dan keasliannya seperti yang dilakukan oleh manusia.
Melihat beberapa latar belakang tersebut diatas, maka ada
sebuah ide yang muncul untuk membuat sebuah alat yang dapat mengenali nominal
dan keaslian uang kertas yang dalam pengembangannya dapat digunakan sebagai
alat bantu penjualan yang melibatkan
mesin. Untuk itu perlu diketahui bagaimana cara untuk dapat mengenali ciri-ciri keaslian dan bagaimana cara mengetahui nilai
nominal dari uang tersebut agar dapat ditentukan nilai nominal dan keasliannya.
Jurnal Lengkap dapat diunduh disini
0 komentar:
Post a Comment